Cinta Sejati

      
         Suatu hari aku menyadari tentang dosa-dosa yang pernah ku perbuat. Begitu berasa rendahnya aku di hadapan Allah. Allah yang selama ini aku cintai dan aku agung-agungkan, semuanya tergadaikan dengan cinta dunia sesaat yang kemudian meninggalku.
         Ya Allah.. Hamba tahu hamba manusia yang rendah dimuka bumi. Dengan kerendahan hati hamba, hamba memohon ampun pada-Mu, pada Engkau Dzat yang menguasai. Raja dari segala raja.
         Ya Allah Engkaulah tuhan dari segala ummat, segala nabi, segala malaikat, segala makhluk,  semuanya menyembah-Mu. Hanya pada-Mu aku memohon, hanya pada-Mu aku berharap. Cinta maya yang kurasakan begitu indah membuatku lengah terhadap cinta-Mu yang kemudian dia meninggalkanku, begitu menyakitkan buatku. Sampai suatu saat aku membaca firman-Mu yang akhirnya aku menyadari akan cinta-Mu adalah suatu cinta sejati.


        Seorang Ahli tafsir mengatakan tidak ada yang mengherankan dengan mereka mencintai Allah,  karena Allah yang menciptakan mereka, memberi rezeki,  melindungi dan meberikan karunia-Nya, tapi Allah juga yang mencintai mereka.
        Seorang sahabat  Rasulullah senang membaca “Qul huwallahu Ahad”. Pada setiap duduknya, berdirinya dan dzikirnya. Selalu diucapkan, selalu diamalkan dan selalu diingat untuk menyegarkan hati. Rasulullah bersabda “Kecintaanmu pada-Nya akan membuatmu masuk surga”
        Allah selalu memberi kita oksigen walaupun kita berpaling  padanya . Allah selalu memberika kita makan meskipun kita memaki kemiskinan. Allah selalu menyediakan makanan yang lezat dan buah yang segar meskipun kita sebelumnya memaki makanan yang tersedia.


        Kita tak bisa memutar bumi dengan konstannya yang olehnya terjadi siang dan malam. Kita tak bisa menciptakan Oksigen sebagaimana yang telah kita hirup setiap hari. Nikmat hidup, Tumbuh-Tumbuhan yang berbuah manis, ikan-ikan, hewan  yang melata di muka bumi, bulan dan bintang yang begitu indahnya, bukankah itu suatu kenikmatan untuk kita?? Apakah kita masih meragukan betapa besarnya Cinta Allah pada kita dan yang akhirnya kita sendiri yang memalingkan wajah-Nya??


Seorang penyair pernah berkata:
Allah mencintai kita..
Namun mengapa kita selalu berpaling pada-Nya?
Bukankah lebih baik kita mulai mendekatinya,
dan mendapatkan cinta sejati kita kembali ??

Firman Allah :
  
      Tidakkah firman Allah diatas dapat melapangkan, menenangkan hati, dan menghilangkan keresahan kita? Allah dalam firman tersebut menyapa kita dengan sebutan “hamba-hamba-Ku”  yang tak lain memiliki maksud untuk menyatukan hati kita agar kita mendengarkannya dengan baik. Dan Dia mengkhususkan firman-Nya pada mereka yang melampaui batas. Yaitu golongan manusia yang meiliki dosa dan kesalahan betapapun besarnya hal itu. Dan Allah akan mengampuni dosa-dosa tersebut asalkan kita memohon ampun pada-Nya.

Tidakkah kita merasa bahagia dengan firman Allah dibawah ini?
         Oleh sebab itu marilah, sebelum ajal menjemput kita. Kita angkat tangan kita, sentuhkan wajah kita pada sajadah dan memohonlah kepada Allah ampunan terhadap dosa-dosa yang telah kita lakukan. Sadarilah, hanya pada Allah lah kita berharap.